BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Minggu, 22 November 2009


Darie CieyA_A

Semoga Bermanfaat..

Bahaya Minuman Bersoda

Minuman bersoda.Siapa sih yang nggak suka dengan minuman satu ini? Contoh saja, (tanpa ada maksud untuk menjelek-jelekkan produk terkait) Coca-cola, Sprite, Fanta, dll. Produk minuman bersoda tersebut begitu akrab di lidah masyarakat Indonesia. Nggak cuman di masyarakat kota aja, minuman bersoda juga membaur di kalangan masyarakat desa.Bahkan, hampir di setiap kantin atau cafeteria sekolah dari SD, SMP dan SMA menyediakan salah satu produk minuman berdoda tersebut.Padahal, dibalik kenikmatan minuman bersoda, terdapat beberapa kerugian yang harus kita pikirkan. Beberapa bahaya minuman bersoda antara lain adalah:
1. Satu kalengnya menyamai 10 sendok gula yang cukup untuk menghancurkan Vitamin B, dimana kekurangan Vitamin B akan mengakibatkan buruknya pencernaan, lemahnya tingkat kesehatan, tegangnya urat syaraf, pusing, sulit tidur, cemas dan kejangnya otot
2. Mengandung CO2 yang menyebabkan lambung tidak bisa menghasilkan enzim yang sangat penting bagi proses pencernaan, yang demikian itu terjadi jika mengkonsumsinya bersamaan dengan makan, atau setelahnya. Juga menyebabkan peniadaan fungsi enzim-enzim pencernaan yang dihasilkan oleh lambung, yang selanjutnya tergganggunya proses pencernaan dan pengambilan sari-sari makanan.
3. Mengandung kafein yang menyebabkan meningkatnya frekuensi detak jantung, naiknya tekanan darah, gula dalam darah, bertambahnya keasaman lambung, bertambahnya hormon-hormon dalam darah yang kadang bisa menyebabkan radang dan terlukanya lambung serta usus duabelas jari. Sebagaimana ia meningkatkan tekanan pada bagian bawah saluran makanan yang menyebabkan tertolaknya makanan dan zat asam dari dalam lambung ke tenggorokan (saluran makan), yang hal ini dapat menyebabkan rasa nyeri dan radang.
4. Mengandung zat asam fosfor yang menyebabkan rapuh dan lemahnya tulang, khususnya pada usia pertumbuhan, dimana yang demikian banyak menjadikan keretakan pada tulang.
5. Mengandung senyawa asam fosforik, malik dan karboik yang menyebabkan tergerogotinya lapisan pelindung gigi.
6. Mengandung zat kimia buatan yang bisa merusak otak, dan menyebabkan hilangnya ingatan secara bertahap, dan rusaknya fungsi hati.
Gigi-gigi dan tulang-tulang adalah bagian anggota tubuh yang paling akhir terurai setelah kematian dalam beberapa tahun, akan tetapi air bersoda ini melarutkannya dalam beberapa hari, maka bayangkanlah apa yang mungkin dilakukannya terhadap sel-sel lunak?! Bisa-bisa dalam hitungan menit, lambung kite udah nggak berbentuk lagi tuch. Haw haw haw…..So, back to our healt life style.Gaya hidup orang muslim emang gaya hidup yang sehat…Al-Qur’an kan dah kasih tawu semua yang sehat dan yang dilarang tuk dimaem. (Tpi, ni berlaku juga bwt orang nonmuslim ko”.Kesehatan tue kan milik semua orang!)
Dari Ci3A_A, semoga bermanfaat,
Alooo alooo World,
Eitz, jangan negative Thinxing doeloe!
Btw, da juga lho, manfaat minuman bersoda.Tpi, of course manfaat’na bukan dalam kesehatan.Rang tadi dah dibahas panjang lebar soal kerugian minuman bersoda bagi tubuh ko” Nach, nie die nich manfaat minuman bersoda:
1.Untuk membersihkan toilet : Tuangkan sekaleng
Coca-Cola ke dalam toilet. Tunggu sejam, kemudian
siram sampai bersih. Asam sitric dalam Coca-Cola
menghilangkan noda-noda dari keramik.

2.Untuk membersihkan radiator mobil : Campur sekaleng
Coca-Cola ke dalam radiator. Panaskan mesin 15-30
menit. Dinginkan mesin, setelah itu buang air
radiator. Anda akan melihat karat yang rontok bersama
air tersebut.

3.Untuk menghilangkan titik-titik karat dari bumper
chrome mobil : Gosok bumper dengan gumpalan alumunium
foil yang direndam dalam Coca-Cola.

4.Untuk membersihkan korosi dari terminal aki mobil :
Tuangkan sekaleng Coca-Cola di atas terminal aki untuk
membersihkan korosi.


5.Untuk melonggarkan baut yang berkarat : Gosokkan kain
yang direndam dalam Coca-Cola pada baut yang berkarat.

6.Untuk menghilangkan noda-noda lemak pada pakaian :
Tuangkan sekaleng Coca-Cola ke dalam tumpukan cucian
yang bernoda lemak, tambahkan detergent, dan putar
dengan putaran normal. Coca-cola/Pepsi akan menolong
menghilangkan noda lemak.

7.Coca-Cola juga membersihkan kabut pada kaca depan
mobil.

Tuk jadi perhatian plus jadi renungan kita cemua nch….
PH rata-rata dari soft drink,
a.l. Coca-Cola & Pepsi adalah 3 - 4. Tingkat keasaman
ini cukup kuat untuk melarutkan gigi dan tulang! Tubuh
kita berhenti menumbuhkan tulang pada usia sekitar
30th. Setelah itu tulang akan larut setiap tahun
melalui urine tergantung dari tingkat keasaman makanan
yang masuk. Semua Calcium yang larut berkumpul di
dalam arteri, urat nadi, kulit, urat daging dan organ,
yang mempengaruhi fungsi ginjal dalam membantu
pembentukan batu ginjal. Soft drinks tidak punya nilai
gizi (dalam hal vitamin dan mineral). Mereka punya
kandungan gula lebih tinggi, lebih asam, dan banyak
zat aditif seperti pengawet dan pewarna.

Sementara orang suka meminum soft drink dingin setelah
makan, coba tebak apa akibatnya? Akibatnya?Tubuh kita
mempunyai suhu optimum 370 supaya enzim pencernaan
berfungsi. Suhu dari soft drink dingin jauh di bawah
37, terkadang mendekati 0. Hal ini mengurangi
keefektivan dari enzim dan memberi tekanan pada sistem
pencernaan kita, mencerna lebih sedikit makanan.
Bahkan makanan tersebut difermentasi. Makanan yang
difermentasi menghasilkan bau, gas, sisa busuk dan
racun, yang diserap oleh usus, di edarkan oleh darah
ke seluruh tubuh. Penyebaran racun ini mengakibatkan
pembentukan macam-macam penyakit.

Contoh’na , ada sebuah kompetisi di
Universitas Delhi : Siapa dapat minum Coca-Cola paling
banyak?? Pemenangnya meminum 8 botol dan mati seketika
karena kelebihan Karbondioksida dalam darah dan
kekurangan oksigen. Setelah itu, Rektor melarang semua
soft drink di semua kantin universitas.

Seseorang menaruh gigi patah di dalam botol pepsi, dan
dalam 10 hari gigi tersebut melarut! .( wau wau wau… so amazing, kira-kita kalau yang dimasukkin gigi emas, larut juga nggak yah??? Hk… hk…)
Gigi dan tulang
adalah satu-satunya organ manusia tetap utuh selama
tahunan setelah manusia mati Bayangkan Apa yang
minuman tersebut pasti lakukan pada usus dan lapisan
perut kita yang halus!



Ini merupakan hasil dari studi terkini tentang efek dari minuman bersoda yang dipublikasikan dalam Academy of General Dentistry (AGD). Selama ini minuman bersoda sering dihindari oleh mereka yang takut gemuk karena kandungan gula di dalam minuman ini. Namun ternyata masih ada bahaya lain yang mengintai, yakni kerusakan enamel gigi. Demikian kesimpulan yang dihasilkan tim peneliti dari Southern Illinois University School of Dental Medicine.

Kerusakan enamel yang diakibatkan tidak main-main. Dalam tiga menit setelah kita meminum soda, terjadi pengikisan enamel 10 kali lebih kuat dibandingkan dengan minuman jus buah. Menurut para ahli, kandungan asam sitrat yang terdapat dalam segala jenis minuman soda menjadi biang keladinya.

Dalam risetnya, para ahli mengukur tingkat keasaman atau pH dari 20 jenis softdrink yang beredar di AS, seperti Coca Cola, Pepsi, 7up, dan lain-lain, segera setelah tutup kaleng dibuka. Lalu sepotong kecil enamel gigi dicelupkan di dalamnya. Setelah 48 jam enamel tersebut ditimbang untuk mengetahui jumlah perbedaan berat sebelum dan sesudah dicelupkan.

Hasilnya, gigi yang dicelupkan ke dalam Coke, Pepsi, RC Cola, Surge, 7 Up dan Diet 7 Up, kehilangan berat lima persen. Sedangkan minuman soda lainnya menyebabkan penurunan berat enamel antara 1,6 - 6 persen.

Menurut juru bicara AGD, Kenton Ross, minuman bersoda yang paling tinggi kadar asamnya adalah RC Cola dengan jumlah pH 2,387 (kadar pH berkisar dari 0-14, dengan nilai 0 merupakan yang paling asam). Peringkat kedua adalah Cherry Coke dengan kadar pH 2,522 dan ketiga adalah Coca Cola dengan kadar 2,525.

Sebagai perbandingan zat asam yang terdapat pada beterai adalah 1,0 dan air murni pada suhu ruangan memiliki pH 7,0. Menurut tim peneliti, dari hasil riset ini diketahui bahwa tingkat keasaman yang dikandung dalam minuman bersoda bukanlah penyebab utama erosi gigi. Jenis zat asam dalam soda, kadar dan kandungan kalsium juga menjadi faktor. Asam sitrat merupakan zat asam yang paling kuat mengikis enamel dan banyak ditemukan dalam softdrink.

So…so…so, dach twu kn bahaya’na minuman bersoda.Law dah twu, alas an pa ge yg dipake buat minum-minuman bersoda.

Jumat, 20 November 2009

bahaya Minuman Zoda nch

Sabtu, 14 November 2009

cerpen cinta nch

Bunga Lili Yang Merekah

“Li, dia merhatiin kamu tuh,” goda Sela padaku.
“Ah, yang bener? Paling dia cuman mau nyari tahu kenapa dari tadi aku ngeliatin dia,” jawabku sambil melayangkan pandangan pada Raka.
“Ehem…, kayaknya dua hati jadi satu nich,” ejek Sela lagi.
“Apaan sih.Kamu nggak tau apa-apa Sel.Nggak mungkin, Raka suka sama aku. Dia ‘kan nggak kenal aku.Aku juga nggak kenal dia.Yang kutahu, cuman nama dan rumahnya.Lebih dari itu, aku nggak tahu apa-apa,” belaku sambil melayangkan pandangan pada objek lain setelah aku melihat Raka yang benar-benar memerhatikanku.
“Li, lihat tuh.Raka udah mau balik.Coba perhatiin! Kayaknya dia masih ngeliatin kamu tuh.Li, Lili, Raka udah balik tuh!” desak Sela padaku sambil mengoyang-goyangkan tubuhku.
Aku sempat melihat Raka dengan kakaknya menuju ke parkiran kendaraan. Kuakui memang Raka masih saja melihat ke arahku.Tapi bagiku, itu tak cukup untuk membuktikan bahwa perasaanku pada Raka yang tumbuh sejak tiga tahun lalu itu tak bertepuk sebelah tangan.
“Yah…, Lili.Tuh, Raka balik ‘kan?”
“Ya nggak apa-apa ‘kan? Itu haknya dia.Dia mau balik kapanpun dan di manapun, itu hak sepenuhnya dia,” jawabku sambil menutupi kekecewaan lantaran hari ini, aku menyia-nyiakan kesempatan langka untuk bicara dengan Raka.
“Li, aku nggak ngerti apa yang ada dipikiranmu.”
“Udah ah Sel, kita pulang yuk.Lagian, kayaknya aku nggak mau beli apa-apa. Udah yuk,”
“Ya iyalah, tujuan kamu ke pasar sore ini ‘kan, supaya ketemu Raka?”
“Udah ah! Pulang yuk.”
“Ya, iya…”
Aku dan Sela langsung pulang.Aku hanya bisa membungkam mulutku.Padahal, aku berharap agar Raka mau bicara padaku duluan waktu kami berpapasan tadi.Aku memang terlalu sombong untuk negur dia duluan.Sebenarnya, bukan sombong, tapi setiap ketemu Raka, aku nggak bisa ngomong satu katapun.Itulah sebabnya, aku nggak mau bicara duluan pada Raka.Lagipula,aku termasuk tipe cewek yang punya level jual mahal cukup tinggi.
“Hah…, sabtu yang melelahkan,” gumamku dalam hati sambil mencuci wajahku di kamar mandi.
“Nggak makan Li,” tawar ibu saat aku melintas di ruang makan.
“Ngaak Bu, Lili udah kenyang.”
“Kak Lili ‘kan udah makan di pasar Bu,” sahut Arie, adikku.
Aku tak memberikan komentar dan langsung mengambil langkah seribu menuju kamar.Kulirik jam yang bergantung di kamarku.Sudah hampir jam setengah sembilan. Biasanya, malam minggu seperti ini, aku sudah bermimpi di tempat tidurku yang empuk. Baru saja aku merebahkan tubuhku, tiba-tiba saja handphoneku berdering.Hm…, siapa sih yang nelepon malam-malam begini? Tanyaku dalam hati.
“Halo!” ujarku singkat.
“Halo, apa kabar Aya? Lama nggak ngobrol ya? Kamu baik-baik saja ‘kan?” sahut suara di seberang seakan telah mengenalku.
Hm…, orang aneh.Siapa yang bernama Aya?
“Maaf, namaku bukan Aya.Aku Lili.Kamu salah sambung!” kataku cepat sambil menekan tombol akhiri di handphoneku.
Sambil berbaring, aku berpikir, kayaknya aku kenal suara itu.Suaranya lembut, meski aku jarang mendengar suara itu, tapi aku yakin aku mengenalnya.Tapi, peduli amat! Siapa suruh memangil namaku sembarangan.
Sudah pukul setengah sembilan.Pikiranku masih terpaku pada telepon misterius tadi.Aku benar-benar penasaran.Rasanya, aku kenal betul suara itu.Tapi siapa?
“Hah…, sudahlah.Lupakan saja,” bisikku, lembut.
“Raka, apa yang menarik darimu?” lanjutku lagi sambil memeluk guling.Dan aku mulai menjelajahi memoriku pada saat aku pertama bertemu Raka.
Waktu itu, aku duduk di kelas dua SMP.Aku mengikuti seleksi ekskul kesenian bagian menggambar.Kebetulan, waktu menggambar sketsa, aku bersama Raka dan Bobby memilih pergi ke belakang sekolah tepatnya di ladang Lili untuk mencari inspirasi.
“Bunganya indah ya Kak,” sapa Raka yang kebetulan duduk di sebelahku.
“Ya, kebetulan, bunga lilinya sedang mekar,” jawabku sambil melepaskan pandangan ke ladang lili yang bermekaran.
“Gambar Kakak bagus ya,” puji Raka sambil menunjuk gambarku.
“Oh ya? Tapi ini kan belum jadi?”
“Gambar bunga lili ya? Cantik.Secantik bunga aslinya dan tentu saja secantik Kak Aya.”
“Ehem…, kok aku dicuekkin sih!” celetuk Bobby tanpa melayangkan pandangan pada kami.
“Hah, ganggu aja kamu Bob!” jawab Raka sambil memainkan bibirnya tanda ia merasa kesal.
“Iya… iya, maaf deh Ra! Bilang aja kalau kamu lagi meluncurkan jurus terjitumu buat Kak Aya, ‘kan?” ejek Bobby.Aku hanya tersenyum melihat tingakah mereka berdua. Bagiku, Raka dan Bobby sudah kuanggap sebagai adikku.Tentu saja, mereka kan adik kelasku.
“Em…, Kak, Kakak udah punya pacar belum?” Tanya Raka sambil menatapku dalam-dalam.Pertanyaan itu membuatku sedikit penasaran.
“Ah, sudahlah, lupakan saja pertanyaan konyol itu,” jawabnya sambil tersenyum dan meninggalkanku.
Senyumannya yang misterius itu membuatku gelisah.Apa artinya itu? Mungkinkah dia menyukaiku? Tapi di lebih muda dariku.Namun aku tak bisa menyangkal, karena ternyata, perasaanku berawal dari sana.
Tunggu dulu, suara itu, aku ingat.Suara itu adalah suara Raka.Aku pun baru ingat, dulu waktu aku pertama kali kenal Raka dan Bobby, mereka memanggilku Kak Aya. Hah, bodohnya aku.Tanpa pikir panjang lagi, aku segera bangkit dan mengambil handphoneku untuk membuka panggilan masuk.Kebetulan, hari ini aku hanya dapat satu panggilan masuk.Tapi sial, nomornya disembunyikan.
“No name? Private number? Hah… sial.Kenapa aku jawab salah sambung? Bodoooooh,” gumamku sambil menerawang langit-langit kamarku.
*
“Minggu yang membosankan!” jeritku dalam hati seraya melepaskan pandangan ke langit yang merah membara, karena sebentar lagi matahari akan menaiki tangga menuju singgasananya.Pikiranku kembali tertuju pada saat aku menyukai Raka.Semenjak ada yang menyebarkan gossip bahwa aku menyukainya, aku mulai menjauhinya meskipun semua orang tahu bahwa perasaanku tak bertepuk sebelah tangan.Hanya saja, aku sangat malu bila Raka tahu aku menyukainya.Dan aku, selalu menghindarinya selama dua tahun sampai aku lulus.Setelah lulus, aku jarang bertemu dengannya.Hal ini tentu membuatku merasa sepi.Dan saat itu aku mulai sadar ternyata, aku mengharapkannya.
Lantunan lagu ”Because You Loved Me” menyadarkanku dari lamunanku.Sms, di pagi buta begini? Pikirku sambil membukanya.
“Halo Li, masih ingat aku ‘kan? Aku Risa, teman seSMPmu dulu.Hari ini kita ketemu di ladang lili belakang SMP! Kutunggu jam empat sore!” begitu yang tertulis di layar handphoneku.Aku sedikit kaget karena tak biasanya Risa mengajakku ketemu.Tanpa merasa curiga, aku memenuhi ajakannya.
*
Hm…, ladang lili memang tempat terbaik yang pernah kulihat.Tapi, aku nggak lihat Risa.Yang ada, Raka yang bergerak mendekatiku.Aku sempat mau lari, tapi dia keburu memanggilku.Kamipun berjabat tangan saat bertatap muka.Raka tampak lebih tinggi dan cakep ketika dilihat dari dekat.
“Rupanya, kamu datang ya Li?” sapanya, lembut.
“Hai, em, aku butuh waktu semalaman untuk ngingat suaramu.Sorry ya, kemarin nada suaraku agak kasar,”
“Nggak apa-apa.Oh iya, Kak Risa nggak jadi datang.”
“Oh, jadi tadi kamu ketemu dia ya? Tapi kenapa nggak jadi datang?”
“So…soalnya, yang sms kamu tadi pagi, itu aku Li,” kata Raka sambil menundukkan kepalanya.Tapi, aku merasa aneh.Biasanya, dia manggil aku pakai sebutan Kakak.Tapi sekarang, dia manggil aku seolah aku seumuran dia.
“Kamu? Tapi kenapa?”
“Aku…aku mau nunjukkin ini ke kamu Li,” tunjuknya sambil memberiku bunga lili.
“Ini, untuk kamu Li,”
“Untuk apa?”
“Bunga Lili ini cantik, secantik kamu Li.Aku cuman mau bilang kalau kamu terlihat sempurna di mataku, lewat bunga Lili ini.”
Aku mulai merasa bersalah dengan ucapan Raka yang udah menunjukkan keseriusannya.
“Sudahlah, nggak usah dipikirin.Akulah yang salah.Selama ini aku nggak mau berterus terang.Li, sejak aku masuk SMP, dan sekarang udah mau masuk SMA, satu-satunya cewek yang bikin aku jatuh cinta, cuman kamu Li.Waktu kamu ngindar saat aku usaha buat ngedeketin kamu, aku sebel banget.Aku selalu berpikir, kenapa sih, kok kamu nggak pernah ngerti kalau selama ini, orang yang bisa bikin aku bahagia cuman kamu,” ungkap Raka dengan suaranya yang mulai serak.
Mendengar pengakuan Raka, aku jadi terharu.Untuk pertama kalinya, Ia mau berterus terang tentang perasaannya.Di hamparan bunga Lili, aku dan Raka menjelaskan semua yang tersembunyi diantara kami.
“Akhirnya, penantianku selama ini membuahkan hasil,” pikirku dalam hati.

Jumat, 13 November 2009

resensi nch..


Menengok Indonesia Melalui
Sajak-sajak Martin Jankowski.

Judul :Detik-detik Indonesia (Indonesisches Sekundenbuch)
Jenis Buku :Fiksi
Penerbit :IndonesiaTera , 2006
Tebal :120 halaman

Martin Jankowski, lahir 1965, besar di bagian timur negara Jerman. Tahun 80an di kota Leipzig dia aktif sebagai penyanyi dan penulis dalam gerakan oposisi yang memperjuangkan demokratisasi.Dia menerbitkan banyak lagu, puisi, cerpen, naskah draman dan esei-meskipun sampai persatuan kembali negara Jerman hanya dapat dilakukan di bawah tanah.
Tentang revolusi damai tahun 1989 di Jerman Timur dia kemudian menulis novel “Rabet order Das Verschwinden eigner Himmelrichtung” (“Rabet atau Hilangnya sebuah mata angin,”1999). Buku terbarunya adalah “Seifenblasenmachine” (“Mesin gelembung sabun,”2005), kumpulan cerpen tentang orang-orang Berlin dan ibu kota Jerman yang telah bersatu kembali.
Tahun 2002 atas undangan Rendra, Martin ikut dalam “Festival Puisi Internasional Indonesia” yang pertama, dan majalah Horison menerbitkan terjemahan puisinya.Pada tahun yang sama dia mengeditori sebuah kumpulan puisi Agus R.Sarjono dalam terjemahan Jerman.
Tahun 2003 sebagai dosen tamu dia memberi kuliah di Universitas Indonesia. Terpukau oleh keanekaragaman budaya Indonesia, dan sejak itu Martin secara terus-menerus bekerjasama dengan pengarang dan seniman Indonesia serta memperkenalkan budaya kontemporer Indonesia di kotanya, Berlin.Sebagai tanda keeratan kerjasama tersebut, siklus puisinya “Detik-detik Indonesia” diterbitkan di Indonesia, langsung dalam versi dwibahasa.
Sajak-sajak Martin dalam buku ini menyajikan semua kekaguman, rasa terpesona, bahkan terbelalak.Dari sini pelbagai tempat dan adegan yang ia kunjungi di Indonesia punya makna.Ada gairah, haru, humor, yang menyebabkan puisi ini menyentuh kita dengan hangat.Bukan hanya itu, puisi ini juga menggambarkan secara jelas wajah Indonesia.Kota-kota, suasana lalu lintas, para pembatik, hari raya, makanan, raja-raja, bahkan legenda seperti Hanoman disulap menjadi sajak-sajak dengan beribu gaya bahasa yang membuat kita menengok kembali sekitar kita, Indonesia kita.Dari yang ‘familiar’ ada keasingan yang tak hendak kita akui, dan membuat kita mengakuinya.
Hanya saja, ada sebagian sajak-sajak Martin yang kurang dimengerti. Kekagumannya pada budaya dan keindahan Indonesia membuat sajak-sajaknya terdengar berlebihan.Selain itu, ada pula sajak-sajak yang kata-katanya tidak berkesinambungan.
Dengan segala kekurangan dan kelebihan buku tersebut, diharapkan para pembaca tertarik untuk membaca kumpulan sajak-sajak Martin Jankowski dalam “Detik-detik Indonesia”, agar kita dapat teringat kembali bahwa Indonesia adalah negeri yang kaya dengan budaya dan keindahan alamnya.

Minggu, 01 November 2009

c3rvein kyu

Air Mata Terakhir.
Seberkas cahaya mentari menyusup ke dalam hatiku yang gelap dan tak terjangkau ini.Tak ada kata yang dapat terucap kala takdir berbicara.Hanya Allah yang dapat menentukan takdir tapi aku tetap berusaha, berdoa, dan bersabar agar diriku tak putus asa dalam perjalanan hidup yang panjang ini.Aku selalu mencoba terima kenyataan, walau sebenarnya hati ini tak bisa terima.
Sepinya malam ini tak mampu mewakili betapa sepinya hatiku.Meski aku tak dapat memandang bulan, namun dapat kurasakan bahwa ia mengasihaniku.Tapi aku bukan gadis buta yang ingin dikasihani.
Aku, ha…ha…aku seorang gadis lemot tanpa tujuan.Kujalani hari-hariku di tempat yang kubenci, seperti sekolah.Yah, sekolah adalah tempat di mana seharusnya aku tak berada.Ayahku memaksaku sekolah di SMA Negeri, agar ia dapat berfoya-foya dengan wanita lain tanpa sepengetahuanku.Kasihan Ibu di alam sana, pasti dia merasa tak nyaman karena suaminya berbuat layaknya binatang dan menelantarkan anaknya.
Pahit memang hidupku, Ayahku pria super jahat walaupun juga pria mapan! Tapi, dia tak mapan dalam dunia keluarga.Ibuku meninggal karena perbuatan keji Ayahku.Aku hampir ingin membunuhnya, tapi bagiku itu sia-sia saja, karena meskipun itu kulakukan, toh Ibu juga tidak akan kembali.
Hari-hari kujalani dengan cacian, hinaan, dan makian.Teman-temanku menjauhiku, hanya karena fisikku dan perbuatan bejat Ayah.Kapan dia sadar? Setiap hari, dia selalu memukulku, membentakku, dan menghinaku.Meskipun Ayah telah membunuh Ibuku dan memasukkanku ke SMA Negeri, itu bisa kumaafkan.Tapi, membuat mataku buta agar aku tak melihat kelakuannya adalah hal yang tak mungkin bisa kumaafkan. Rupanya dia ingin aku hidup dalam penderitaan seumur hidup dengan dihina setiap hari. Alangkah baiknya jika aku bersekolah di tempat yang tepat, tapi dia malah menyekolahkanku di tempat di mana orang-orang mampu untuk menghinaku.Tanpa disadari, air mataku bercucuran, meski aku tau bahwa air mata ini tak mampu menghapus kesedihanku.
“Assalamualaikum, jadi kamu menangis lagi ya? Nih, pakai sapu tangan ini untuk menghapus air matamu.Nanti, kalau sudah selesai menangis, buang sapu tangannya ya? Soalnya sapu tangan itu basah dengan air mata kebencian…” kata seseorang yang suaranya serak-serak basah.Aku yakin, dia seorang lelaki, tapi dari suaranya dia bukan temanku karena aku tak pernah mendengar suara itu di kelas.
Kucoba mengusap airmataku, aku menangis sejadi-jadinya seperti yang disuruh lelaki itu.Kemudian, aku mengepal sapu tangan itu dan membuangnya.Matahatiku pun melihat sapu tangan itu terbang dengan membawa segala kebencianku.
“Eh…” bisikku legah.Entah mengapa aku merasa plong.Aku yakin ini karena kata-kata lelaki itu, tapi suaranya sudah samar-samar di telingaku.Aku lupa gaya bicaranya, aku lupa suara langkah kakinya, dan aku lupa aroma tubuhnya.Padahal, hanya dia yang mau bicara denganku.
Kujalani hari-hari yang sepi, sunyi dan sendiri.Meski tlah kucoba tuk tetap bersabar, bertahan dan berusaha, hinaan dari teman-teman sekelasku selalu mematahkan semangatku dan terkadang ingin membuatku tuk mengakhiri hidup.
Kudengar suara-suara tertawaan dari anak-anak yang bermain bola api di sebelah rumahku.Mereka bercanda gurau, berteriak menuntun teman-teman mereka, dan mereka berusaha untuk memasukkan bola ke dalam gawang.Aku tak mengerti hidup yang kujalani, dan lagi-lagi kukeluarkan airmataku tuk yang kesekiankali.Namun malam tetap hanya membuatku semakin terjerit.
***
Yah, hari ini aku ke sekolah lagi, untuk mendapatkan hinaan.Belum sampai aku menginjakkan kaki ke kelas, tertawaan dari teman-temanku sudah mendera.Aku hanya bisa diam.Apa yang bisa kulakukan? Menangis, itulah satu-satunya hal yang dapat kulakukan.
“Semangat…semangat…Adinda,” kataku dalam hati.
Kemudian, kupejamkan mataku, legah rasanya, tapi aku menjadi gugup ketika kudengar langkah kaki menuju diriku.Aku berusaha membuka mata yang lelah ini, meski betapapun besarnya aku membuka mata, aku takkan bisa melihat seperti dulu lagi.
“Astagfirullah…” kataku lagi ketika melihat seorang lelaki tampan sedang memerhatikanku dan duduk di sampingku.Aku terkejut karena bisa melihat lelaki itu, tapi yang membuatku tak dapat berpikir secara logis adalah di sekelilingku hanya ada ruang hitam.
“Bagaimana, apakah dengan sapu tangan itu kamu dapat merasakan suatu kenyamanan?” tanyanya padaku.
Aku mengangguk dan kupalingkan pandanganku dengan segera, lalu meninggalkannya.
“Tunggu, aku hanya meminta satu darimu! Apakah aku dapat menjadi teman disetiap langkahmu? Hanya aku yang dapat kau lihat, dan aku yakin jika aku berada di sampingmu, kau akan merasakan indahnya dunia!” kata lelaki itu kepadaku.Langkahku terhenti mendengar kata-katanya yang menusuk hati.Sungguh aku tak menyangka dia dapat membaca isi hatiku.Ada rasa gembira dalam hatiku, tapi aku mencoba tuk menepisnya karena aku tak ingin terjebak dalam harapan yang nantinya akan membuatku menangis juga.Aku menggeleng, namun ketika aku membalikkan badan tuk melihatnya, dia sudah tak ada.
Kujalani hari-hariku seperti biasa tanpa teman-teman yang menemaniku dan tanpa orangtua yang memerhatikanku saat aku pulang sekolah.Aku memang sudah terbiasa dengan hidupku yang tanpa arah dan tujuan ini, setiap hari aku hanya bisa menyendiri di pinggir kamar kecil.Aku selalu berusaha untuk tidak menangis, tapi seperti biasa, hari ini aku mengeluarkan airmata kebencian itu lagi.Aku benci dengan dirirku yang cengeng ini, ya Allah…
“Ini, pakai sapu tangan ini, semoga dengan sapu tangan ini, kamu bisa mengerti tentang apa yang diberikan Allah kepadamu bukan musibah dan bukan sesuatu yang perlu ditangisi.Aku tau kau tak akan mau menerimaku, tapi pakailah ini, karena setelah ini akan banyak yang akan menemanimu,” kata laki-laki itu secara tiba-tiba.Aku heran, mengapa lelaki itu selalu datang secara tiba-tiba dan pergi secara tiba-tiba juga.
Ku coba mengias semua pikiranku dan kuusap mataku yang semakin membengkak.Aku harap, sapu tangan pemberiannya yang kedua kali untukku ini bisa memusnahkan semua kebencianku juga rasa cinta yang tanpa kusadari telah tumbuh.
Aku meraba tongkatku yang ada di sampingku.Tapi tiba-tiba saja tongkat itu tidak ada, aku bingung karena tanpa tongkat itu aku tidak akan bisa meraba jalan hidupku.
“Aduh…Adinda, kamu ngapain di sini sih? Kamu nyari tongkat? Nih, tongkatnya. Sini, biar aku Bantu, temen-temen semua udah pada nungguin kamu.Bentar lagi kita mau foto bareng buat perpisahan makanya cepet yuk,” ajak Mitha padaku.Aku heran melihat tingkahnya yang baik padaku.Selama ini, Mitha lah yang paling bersemangat menghinaku.Mitha terus saja berbicara padaku.Setiap kalimat yang diucapkannya seperti mengkhawatirkanku, tangannya pun terasa hangat menyentuhku.Ketika sampai, aku disambut teman-teman sekelasku.Semua memanggilku, semua mengkhawatirkanku, dan semua memelukku.Airmataku pun keluar begitu saja.Sampai-sampai, tak terdengar bunyi tetesannya karena suara teman-temanku yang ribut menyambutku.
Dalam setitik cahaya yang terang, kulihat sosok itu lagi.Ia tersenyum padaku, mataku pun terus memerhatikannya hingga ia lenyap.Ia lenyap bak angin yang tak akan datang padaku lagi.
***
Hari ini benar-benar hari yang paling ajaib yang pernah kujalani.Semuanya berubah, kuambil kertas dan pulpen.Kutulis semua yang telah kualami.Sudah kudapatkan senyuman yang selama ini terbelenggu dalam palung hatiku. Dan semua ini berkat laki-laki itu, tapi tentu saja dengan izin Allah.
Pulpenku terjatuh begitu saja bertepatan dengan selesainya cerita yang membuatku tersenyum ini.Kertas yang kutulis terbang melayang ke arah cahaya yang begitu terang.Cahaya itu semakin lama semakin mendekat, kulihat seorang laki-laki datang mendekatiku dengan membawa kertas yang kutulis tadi.Ia tersenyum tanpa henti.Sedang aku terus batuk, di mulutku darah terus saja keluar.Kudengar bunyi mobil polisi di lantai bawah.Ayah, Ayah akhirnya tertangkap, suara teriakan Ayah kudengar tapi dia terus tak mengakui perbuatannya selama ini.
“Aku hanya bayanganmu yang akan selalu menemanimmu, setiap tetes airmata keluar dari pelupuk matamu, aku akan datang menemanimu.Aku adalah hal yang paling berharga dalam hidupmu.Tapi aku punya perasaan yang sama denganmu, dan perasaanku sama dengan perasaanmu.Maka dari itu, jangan merasa bahwa kau dijauhi,” kata lelaki itu.Cahaya pun mulai menghilang dari pandangankku.Seiring dengan hilangnya cahaya itu, rasa nyeri di dada kiriku semakin terasa.Kuucapkan dua kalimat syahadat untuk yang terakhir kalinya.Kupejamkan mataku seiring dengan batuk yang mengeluarkan darah.Aku tersenyum dan berdo’a semoga dosa Ayah bisa diampuni, termasuk dosanya yang telah membunuh Isteri dan Anaknya sendiri dengan pisau.Aku terbaring dan meneteskan air mata.Dalam heningnya malam dan ditemani oleh bintang-bintang yang bertaburan, aku merasa hangat dengan berselimutkan malam.

cerpen nch...

ku bengong mesti gimana lageeee

terasu

ntar dch

ma ka ma ka ma ka ma ka

Air Mata Terakhir.

Seberkas cahaya mentari menyusup ke dalam hatiku yang gelap dan tak terjangkau ini.Tak ada kata yang dapat terucap kala takdir berbicara.Hanya Allah yang dapat menentukan takdir tapi aku tetap berusaha, berdoa, dan bersabar agar diriku tak putus asa dalam perjalanan hidup yang panjang ini.Aku selalu mencoba terima kenyataan, walau sebenarnya hati ini tak bisa terima.

Sepinya malam ini tak mampu mewakili betapa sepinya hatiku.Meski aku tak dapat memandang bulan, namun dapat kurasakan bahwa ia mengasihaniku.Tapi aku bukan gadis buta yang ingin dikasihani.

Aku, ha…ha…aku seorang gadis lemot tanpa tujuan.Kujalani hari-hariku di tempat yang kubenci, seperti sekolah.Yah, sekolah adalah tempat di mana seharusnya aku tak berada.Ayahku memaksaku sekolah di SMA Negeri, agar ia dapat berfoya-foya dengan wanita lain tanpa sepengetahuanku.Kasihan Ibu di alam sana, pasti dia merasa tak nyaman karena suaminya berbuat layaknya binatang dan menelantarkan anaknya.

Pahit memang hidupku, Ayahku pria super jahat walaupun juga pria mapan! Tapi, dia tak mapan dalam dunia keluarga.Ibuku meninggal karena perbuatan keji Ayahku.Aku hampir ingin membunuhnya, tapi bagiku itu sia-sia saja, karena meskipun itu kulakukan, toh Ibu juga tidak akan kembali.

Hari-hari kujalani dengan cacian, hinaan, dan makian.Teman-temanku menjauhiku, hanya karena fisikku dan perbuatan bejat Ayah.Kapan dia sadar? Setiap hari, dia selalu memukulku, membentakku, dan menghinaku.Meskipun Ayah telah membunuh Ibuku dan memasukkanku ke SMA Negeri, itu bisa kumaafkan.Tapi, membuat mataku buta agar aku tak melihat kelakuannya adalah hal yang tak mungkin bisa kumaafkan. Rupanya dia ingin aku hidup dalam penderitaan seumur hidup dengan dihina setiap hari. Alangkah baiknya jika aku bersekolah di tempat yang tepat, tapi dia malah menyekolahkanku di tempat di mana orang-orang mampu untuk menghinaku.Tanpa disadari, air mataku bercucuran, meski aku tau bahwa air mata ini tak mampu menghapus kesedihanku.

“Assalamualaikum, jadi kamu menangis lagi ya? Nih, pakai sapu tangan ini untuk menghapus air matamu.Nanti, kalau sudah selesai menangis, buang sapu tangannya ya? Soalnya sapu tangan itu basah dengan air mata kebencian…” kata seseorang yang suaranya serak-serak basah.Aku yakin, dia seorang lelaki, tapi dari suaranya dia bukan temanku karena aku tak pernah mendengar suara itu di kelas.

Kucoba mengusap airmataku, aku menangis sejadi-jadinya seperti yang disuruh lelaki itu.Kemudian, aku mengepal sapu tangan itu dan membuangnya.Matahatiku pun melihat sapu tangan itu terbang dengan membawa segala kebencianku.

“Eh…” bisikku legah.Entah mengapa aku merasa plong.Aku yakin ini karena kata-kata lelaki itu, tapi suaranya sudah samar-samar di telingaku.Aku lupa gaya bicaranya, aku lupa suara langkah kakinya, dan aku lupa aroma tubuhnya.Padahal, hanya dia yang mau bicara denganku.

Kujalani hari-hari yang sepi, sunyi dan sendiri.Meski tlah kucoba tuk tetap bersabar, bertahan dan berusaha, hinaan dari teman-teman sekelasku selalu mematahkan semangatku dan terkadang ingin membuatku tuk mengakhiri hidup.

Kudengar suara-suara tertawaan dari anak-anak yang bermain bola api di sebelah rumahku.Mereka bercanda gurau, berteriak menuntun teman-teman mereka, dan mereka berusaha untuk memasukkan bola ke dalam gawang.Aku tak mengerti hidup yang kujalani, dan lagi-lagi kukeluarkan airmataku tuk yang kesekiankali.Namun malam tetap hanya membuatku semakin terjerit.

***

Yah, hari ini aku ke sekolah lagi, untuk mendapatkan hinaan.Belum sampai aku menginjakkan kaki ke kelas, tertawaan dari teman-temanku sudah mendera.Aku hanya bisa diam.Apa yang bisa kulakukan? Menangis, itulah satu-satunya hal yang dapat kulakukan.

“Semangat…semangat…Adinda,” kataku dalam hati.

Kemudian, kupejamkan mataku, legah rasanya, tapi aku menjadi gugup ketika kudengar langkah kaki menuju diriku.Aku berusaha membuka mata yang lelah ini, meski betapapun besarnya aku membuka mata, aku takkan bisa melihat seperti dulu lagi.

“Astagfirullah…” kataku lagi ketika melihat seorang lelaki tampan sedang memerhatikanku dan duduk di sampingku.Aku terkejut karena bisa melihat lelaki itu, tapi yang membuatku tak dapat berpikir secara logis adalah di sekelilingku hanya ada ruang hitam.

“Bagaimana, apakah dengan sapu tangan itu kamu dapat merasakan suatu kenyamanan?” tanyanya padaku.

Aku mengangguk dan kupalingkan pandanganku dengan segera, lalu meninggalkannya.

“Tunggu, aku hanya meminta satu darimu! Apakah aku dapat menjadi teman disetiap langkahmu? Hanya aku yang dapat kau lihat, dan aku yakin jika aku berada di sampingmu, kau akan merasakan indahnya dunia!” kata lelaki itu kepadaku.Langkahku terhenti mendengar kata-katanya yang menusuk hati.Sungguh aku tak menyangka dia dapat membaca isi hatiku.Ada rasa gembira dalam hatiku, tapi aku mencoba tuk menepisnya karena aku tak ingin terjebak dalam harapan yang nantinya akan membuatku menangis juga.Aku menggeleng, namun ketika aku membalikkan badan tuk melihatnya, dia sudah tak ada.

Kujalani hari-hariku seperti biasa tanpa teman-teman yang menemaniku dan tanpa orangtua yang memerhatikanku saat aku pulang sekolah.Aku memang sudah terbiasa dengan hidupku yang tanpa arah dan tujuan ini, setiap hari aku hanya bisa menyendiri di pinggir kamar kecil.Aku selalu berusaha untuk tidak menangis, tapi seperti biasa, hari ini aku mengeluarkan airmata kebencian itu lagi.Aku benci dengan dirirku yang cengeng ini, ya Allah…

“Ini, pakai sapu tangan ini, semoga dengan sapu tangan ini, kamu bisa mengerti tentang apa yang diberikan Allah kepadamu bukan musibah dan bukan sesuatu yang perlu ditangisi.Aku tau kau tak akan mau menerimaku, tapi pakailah ini, karena setelah ini akan banyak yang akan menemanimu,” kata laki-laki itu secara tiba-tiba.Aku heran, mengapa lelaki itu selalu datang secara tiba-tiba dan pergi secara tiba-tiba juga.

Ku coba mengias semua pikiranku dan kuusap mataku yang semakin membengkak.Aku harap, sapu tangan pemberiannya yang kedua kali untukku ini bisa memusnahkan semua kebencianku juga rasa cinta yang tanpa kusadari telah tumbuh.

Aku meraba tongkatku yang ada di sampingku.Tapi tiba-tiba saja tongkat itu tidak ada, aku bingung karena tanpa tongkat itu aku tidak akan bisa meraba jalan hidupku.

“Aduh…Adinda, kamu ngapain di sini sih? Kamu nyari tongkat? Nih, tongkatnya. Sini, biar aku Bantu, temen-temen semua udah pada nungguin kamu.Bentar lagi kita mau foto bareng buat perpisahan makanya cepet yuk,” ajak Mitha padaku.Aku heran melihat tingkahnya yang baik padaku.Selama ini, Mitha lah yang paling bersemangat menghinaku.Mitha terus saja berbicara padaku.Setiap kalimat yang diucapkannya seperti mengkhawatirkanku, tangannya pun terasa hangat menyentuhku.Ketika sampai, aku disambut teman-teman sekelasku.Semua memanggilku, semua mengkhawatirkanku, dan semua memelukku.Airmataku pun keluar begitu saja.Sampai-sampai, tak terdengar bunyi tetesannya karena suara teman-temanku yang ribut menyambutku.

Dalam setitik cahaya yang terang, kulihat sosok itu lagi.Ia tersenyum padaku, mataku pun terus memerhatikannya hingga ia lenyap.Ia lenyap bak angin yang tak akan datang padaku lagi.

***

Hari ini benar-benar hari yang paling ajaib yang pernah kujalani.Semuanya berubah, kuambil kertas dan pulpen.Kutulis semua yang telah kualami.Sudah kudapatkan senyuman yang selama ini terbelenggu dalam palung hatiku. Dan semua ini berkat laki-laki itu, tapi tentu saja dengan izin Allah.

Pulpenku terjatuh begitu saja bertepatan dengan selesainya cerita yang membuatku tersenyum ini.Kertas yang kutulis terbang melayang ke arah cahaya yang begitu terang.Cahaya itu semakin lama semakin mendekat, kulihat seorang laki-laki datang mendekatiku dengan membawa kertas yang kutulis tadi.Ia tersenyum tanpa henti.Sedang aku terus batuk, di mulutku darah terus saja keluar.Kudengar bunyi mobil polisi di lantai bawah.Ayah, Ayah akhirnya tertangkap, suara teriakan Ayah kudengar tapi dia terus tak mengakui perbuatannya selama ini.

“Aku hanya bayanganmu yang akan selalu menemanimmu, setiap tetes airmata keluar dari pelupuk matamu, aku akan datang menemanimu.Aku adalah hal yang paling berharga dalam hidupmu.Tapi aku punya perasaan yang sama denganmu, dan perasaanku sama dengan perasaanmu.Maka dari itu, jangan merasa bahwa kau dijauhi,” kata lelaki itu.Cahaya pun mulai menghilang dari pandangankku.Seiring dengan hilangnya cahaya itu, rasa nyeri di dada kiriku semakin terasa.Kuucapkan dua kalimat syahadat untuk yang terakhir kalinya.Kupejamkan mataku seiring dengan batuk yang mengeluarkan darah.Aku tersenyum dan berdo’a semoga dosa Ayah bisa diampuni, termasuk dosanya yang telah membunuh Isteri dan Anaknya sendiri dengan pisau.Aku terbaring dan meneteskan air mata.Dalam heningnya malam dan ditemani oleh bintang-bintang yang bertaburan, aku merasa hangat dengan berselimutkan malam.